Deskripsi
Pasca-Covid, gelombang Boom Wibu semakin termanifestasi—dari membludaknya event Jejepangan atau J-pop culture hingga tren anime yang mendominasi media sosial.
Kultur wibu kini bukan sekadar niche milik segelintir kelompok, tetapi telah menjadi bagian dari identitas Gen Z yang lebih luas.
Namun, anime bukan hanya tentang hiburan. Ada alasan di balik bagaimana generasi ini mengekspresikan diri secara terbuka sebagai cosplayer, hingga perilaku spending mereka yang besar terhadap produk anime.
Dari munculnya berbagai rilisan merchandise bertema anime hingga kolaborasi brand, market ‘Wibu Baru’ memiliki daya beli yang kuat—tapi apa yang membuat mereka willing to spend?
Semakin banyak yang menerapkan pendekatan anime, lalu strategi seperti apa yang memiliki dampak jangka panjang dibanding sekadar tren sesaat yang low impact?
Melalui penelitian kualitatif yang dilakukan Youthlab, eBook ini menggali fenomena Wibunomic, ekonomi berbasis wibu.
Bagi brand atau pelaku yang ingin memahami pasar ini, penting untuk menyadari bahwa wibunomic tidak hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga tentang menghubungkan emosionalitas dan komunitas yang kuat di dalamnya
